Anjang Kasih Dan Rekreasi Komisi Lansia Di Balai RTPD

Category: Berita, Uncategorized 98 0
            img-20161025-wa0005Balai RTPD, Selasa lalu (25/10/2016) mendapat kunjungan dari Komisi Lansia Mantrijeron Kota Yogyakarta. Kunjungan ini dalam rangka Anjang Kasih dan Rekreasi bagi lansia di daerah mantrijeron. Acara ini dihadiri sekitar 400 orang yang terdiri dari lansia, camat, kapolsek, perwakilan puskesmas dan PKK dari mantrijeron serta perwakilan dari Dinsosnakertrans kota Yogyakarta. Mereka berkunjung ke Balai RTPD bertujuan untuk berbagi kasih kepada para warga binaan sosial dan sebagai bentuk rasa syukur mereka, yang mana diusia sudah lanjut mereka masih dapat bermanfaat bagi sesama manusia.
            Acara anjang kasih dan rekreasi dimulai dengan ucapan selamat datang dari perwakilan warga binaan yang menampilkan keahlian di bidang kesenian musik. Mereka bersama dengan para lansia menyanyikan lagu Masa Tua Bahagia dan Resep Awet Muda. Dalam sambutannya, Slamet S.Sos. M.Si, selaku kepala Balai RTPD mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari komisi lansia, beliau berharap dengan adanya kunjungan ini semoga Balai RTPD dapat lebih dikenal oleh masyarakat sehingga para penyandang disabilitas yang berada di daerah Yogyakarta mendapatkan pelayanan yang maksimal.
img-20161025-wa0009
          Camat Mantrijeron, Guretno AP dalam sambutannya mendukung kegiatan ajang kasih dan kreasi ini, karena para lansia masih berpotensi dan berkreasi serta bermanfaat bagi sesama. Hal senada juga disampaikan oleh H. Sumarsono, selaku ketua panitia kegiatan ajang kasih. Beliau merasa bahagia dapat berkunjung menemui warga binaan sosial yang sedang mendapatkan pelatihan di Balai RTPD. Selain berkunjung mereka juga mengumpulkan dana sukarela untuk disumbangkan kepada para warga binaan.
            Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari para lansia, salah satunya H.Rusmanto. Kakek berusia 75 tahun ini masih bersemangat dalam bernyanyi dan menghibur rekan-rekan lansia. Sebagai penutup acara, para lansia dan tamu undangan dipersilahkan berkeliling untuk melihat kegiatan pelatihan warga binaan sosial di masing-masing kelas. Mereka juga dipersilahkan untuk melihat hasil karya warga binaan dan apabila tertarik dapat membelinya.
            Para lansia sangat senang dengan kegiatan ini. Mereka trenyuh dan terharu dengan kondisi para warga binaan, yang mana dengan segala keterbatasannya tetap bersemangat untuk berlatih mengerjakan sesuatu dan berusaha mandiri. Hasil karya mereka pun layak dan mampu bersaing dengan hasil karya orang-orang normal. Hal ini diharapkan dapat merubah pandangan masyarakat terhadap para penyandang disabilitas. Bahwa mereka mampu dan perlu diberikan kesempatan untuk berkarya bukan untuk dikasihani.

Related Articles

Add Comment