November 27, 2022

Home BRTPD

Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas dibangun di atas lahan Sultan Ground milik Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Lahan ini merupakan bekas persawahan, lapangan, dan pabrik gula. Pada mulanya, Balai Rehabilitasi terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Yogyakarta berdiri dengan nama Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat (PRTPC) yang diresmikan pada tanggal 27 Mei 2009. Awalnya, PRTPC berfokus pada penanganan korban gempa yang terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006. Gempa tersebut menyebabkan banyak korban mengalami sakit dan cacat permanen dari yang tingkat ringan sampai berat. Episentrum gempa yang berada di wilayah kabupaten Bantul menyebabkan banyaknya kerusakan bangunan parah sekaligus juga menimbulkan banyak korban. Oleh sebab itu, dibangunlah Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat (PRTPC) yang ditempatkan di Bantul, tepatnya di kapanewon Pundong yg masuk dalam wilayah lingkaran pusat gempa. Klien atau warga binaan PRTPC saat itu adalah para penyandang disabilitas daksa dan disabilitas rungu wicara.

Pada tahun 2012, PRTPC dan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) yang khusus menangani penyandang disabilitas netra, digabung menjadi satu UPT baru di bawah Dinas Sosial DIY dengan nama Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) DIY. Seiring berjalannya waktu, kini BRTPD DIY menjadi satu dari tujuh UPT di Dinas Sosial DIY yang mengemban misi sebagai pusat perlindungan, pelayanan, rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, serta keterampilan bagi penyandang disabilitas. Pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (ppks) yang dilayani di BRTPD DIY saat ini terdiri dari para penyandang disabilitas fisik (daksa), disabilitas sensori netra, disabilitas sensori rungu wicara (tuli-bisu), disabilitas intelektual serta werda dengan disabilitas di wilayah DIY.