November 27, 2022

Balai RTPD melaksanakan kegiatan ceramah keagamaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H pada Selasa, 19 Oktober 2021 pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Balai RTPD.
Dalam kegiatan ini Rahmad Wahyu (PPKS) selaku MC, memandu berjalannya acara. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21-22 oleh qori Mutiah (PPKS) dan pembacaan sari tilawah oleh Agung (PPKS).
Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan oleh Drs.Bambang Hari Marwanta selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Medik. Sambutan dari beliau sekaligus membuka acara kegiatan ceramah keagamaan.
Setelah sambutan Kepala Seksi Rehabilitasi Medik, disampaikan uraian ceramah oleh Ustadz Ari Wahyu Diananto, A.Md. Seluruh pegawai, karyawan, dan PPKS tampak khusyuk mendengarkan ceramah yang disampaikan Ustadz Ari Wahyu Diananto, A.Md.

Beliau mengisahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, di mana dalam lahirnya Nabi Muhammad SAW ini terdapat banyak peristiwa luar biasa. Tidak sedikit kitab dan buku yang menerangkan bagaimana mengagumkan dan menakjubkannya detik-detik menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Banyak kejadian ajaib dan luar biasa terjadi, baik pada saat-saat sebelum dan sesaat setelah Rasulullah lahir.
Dalam kitab An-Ni’matul Kubra ‘Alal ‘Alam karya Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Haitami Asy-Syafii diterangkan bahwa, pada malam menjelang kelahiran Rasulullah misalnya, pintu-pintu surga dibuka lebar. Sementara pintu-pintu neraka ditutup rapat. Ribuan malaikat turun ke bumi sehingga memenuhi seluruh gunung di Makkah. Bulan terbelah, bintang bersinar begitu terang. Burung-burung yang penuh cahaya memenuhi ruangan rumah Aminah. Tidak hanya itu, Aminah juga mengalami hal-hal yang luar biasa dan tidak lazim selama mengandung Rasulullah. Berbeda dengan wanita hamil lainnya, Aminah tidak pernah merasakan rasa letih, payah, dan lesu ketika mengandung Rasulullah.
Adapun sejumlah kejadian menakjubkan yang menyertai kelahiran Nabi Muhammad SAW, antara lain adalah sebagai berikut.
Pertama, hancurnya pasukan Abrahah yang hendak menyerang Ka‘bah oleh kawanan burung Ababil. Peristiwa ini berlangsung pada tahun 571 M, tepat pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kedua, sebagaimana yang diungkap Makhzum bin Hani Al-Makhzumi, pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, istana Kisra berguncang hingga 14 ruangannya runtuh, api di negeri Persia yang selalu disembah kaum Majusi padam seketika. Padahal, sudah seribu tahun lamanya, api tersebut selalu menyala.

Ketiga, setelah kelahiran Nabi SAW kaum jin tak lagi bisa mengintip berita langit. Hal itu diakui oleh kaum jin sendiri, sebagaimana dilansir Al-Quran, “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa saja yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya),” (Surat Al-Jin ayat 8-9).
Beliau juga mengajak para jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah. Kegiatan ceramah kegamaan ini diakhiri dengan pembacaan doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.