Pembinaan Keterampilan Pijat Bagi Warga Binaan

Category: Kegiatan, Uncategorized 36 0

Penyandang Disabilitas Netra yang mejadi warga binaan sosial di Balai Rehabiliasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan berbagai macam bimbingan dan pembinaan. Dalam hal untuk mendapatkan bimbingan, para penyandang disabilitas netra tersebut mendapatkan bimbingan vokasional, mental dan sosial.

Bimbingan mental dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga terbentuk mental yang kuat dan tidak minder dengan kondisi yang dialami. Sedangkan bimbingan sosial bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri agar mampu bergaul dan bersosialisasi dengan masyarakat ketika warga binaan nanti selesai mendapatkan bimbingan di BRTPD. Dalam bimbingan sosial juga meliputi pemberian kemampuan umum seperti bahasa, kesenian, wirausaha, kerajianan tangan dan lain-lain.

Sedangkan untuk lebih memantapkan bagi warga binaan ketika nanti berada di masyarakat dan mampu mandiri, maka terutama untuk penyandang disabilias netra diberikan bimbingan vokasional berupa ketrampilan memijat.

Keterampilan memijat bagi penyandang disabilitas netra dipilih berdasarkan analisa kemampuan dan keterjangkauan dengan kondisi atau status disabilitasnya. Proses dalam pemberian keterampilan memijat ini terbagi dalam kelas teori dan kelas praktek. Bagi warga binaan yang baru masuk, maka terlebih dahulu akan diberikan materi teori tentang pijat, sebelum mengikuti kelas praktek. Dalam kelas prakek ini, pembelajaran terbagi dalam tiga tahapan dan masing-masing harus dilewati oleh warga binaan untuk bisa lulus pada materi keterampilan memijat.

Tahap pertama adalah massage sport (pijat olah raga) yang merupakan dasar, sebelum menguasai pijat dasar ini, peserta belum bisa beranjak ke langkah berikutnya. Tahap kedua adalah massage sixte, pada tahap ini peserta didik akan diberikan materi praktek memijat yang lebih lanjut sebagai proses penyembuhan. Sedangkan Tahap yang terakhir adalah materi massage shiatsu, ditahap ini peserta didik dibekali dengan keterampilan memijat refleksi titik syaraf. Hasil dari pembelajaran keterampilan memijat ini diharapkan warga binaan bisa bekerja ataupun membuka usaha mandiri dengan kemampuan yang sudah didapatkan selama proses bimbingan.

 

Related Articles

Add Comment