November 27, 2022

Setelah Idul Fitri, umat Islam Indonesia biasanya mengamalkan tradisi halal bi halal sebagai ajang untuk bersilaturahmi. Menurut catatan sejarah, tradisi ini dicetuskan oleh K.H. Wahab Chasbullah, ulama besar Nahdlatul Ulama, dan sudah dilaksanakan secara turun temurun. Tradisi luhur ini bertujuan untuk mempererat hubungan interpersonal, menjalin kebersamaan, dan keharmonisan

Kamis, 12 Mei 2022, keluarga besar Balai RTPD melaksanakan kegiatan halal bi halal. Meskipun Covid – 19 belum usai, tak memudarkan semangat pegawai, karyawan, dan PPKS untuk melaksanakan acara ini.

Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muchlis dan Ira (PPKS). Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar syawalan dari perwakilan pegawai yang disampaikan oleh Drs.Bambang Hari Marwanta, yang kemudian diterima oleh Peni Sumarwati, S.Psi selaku kepala Balai RTPD. Acara ini juga diisi dengan pengajian oleh Ustadz Suyanta, S.Ag., M.Si.

Ustadz Suyanta dalam pengajiannya menyampaikan, syawalan merupakan sebuah tradisi yang identik dengan ketupat/kupat. Disebut syawalan karena acara ini diadakan pada Bulan Syawal.

Penggunaan istilah ketupat tentu bukan tanpa filosofi yang mendasarinya, Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari istilah bahasa Jawa yaitu “ngaku lepat” (Mengakui Kesalahan)

Prosesi ngaku lepat umumnya dilakukan dengan tradisi sungkeman, yaitu seorang anak bersimpuh dan memohon maaf kepada orangtuanya. Dengan begitu, kita diajak untuk memahami arti pentingnya menghormati orang tua,  serta senantiasa mengharap ridho dan bimbinganya.

Prosesi ngaku lepat pun tidak hanya pada tradisi sungkeman semata, lebih jauh lagi adalah memohon maaf kepada tetangga, kerabat, hingga masyarakat muslim lainya, dengan begitu umat Islam dituntun untuk saling memaafkan dengan penuh keikhlasan yang disimbolkan dengan ketupat tersebut.

Setelah acara selesai, seluruh pegawai, karyawan, dan PPKS langsung mengambil posisi sambil membaca sholawat Nabi, berkeliling untuk saling memaafkan agar tak ada rasa dendam dan benci di hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.