Sosialisasi Informasi Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

Category: Berita 408 0
Pembukaan kegiatan oleh Bapak Susanto, Kepala Disnakertrans Kab. Bantul
Pembukaan kegiatan oleh Bapak Susanto, Kepala Disnakertrans Kab. Bantul

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Bantul bekerjasama dengan Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (Balai RTPD) sebagai UPTD DInas Sosial DIY yang menangani khusus penyandang disabilitas baru-baru ini memberikan sosialisasi penyebaran informasi pasar kerja kepada para pencari kerja terutama penyandang disabilitas di ruang rapat Balai RTPD. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Disnakertrans Bantul, Susanto, dalam sambutannya beliau siap memfasilitasi bagi lulusan Balai RTPD untuk dapat bekerja sesuai dengan haknya yang merupakan salah satu implementasi dari Perda Kab. Bantul No 11 tahun 2015 tentang pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Kapala Balai RTPD, Slamet, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar warga binaan setelah lulus dari Balai RTPD dapat meningkatkan kemandiriannya sehingga mendapatkan kehidupan normal sebagaimana masyarakat pada umumnya salah satunya dengan bekerja pada sektor real sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa meminta belas kasihan orang lain.

Pengarahan dari Disnakertrans Bantul dan Perusahaan-Perusahaan
Pengarahan dari Disnakertrans Bantul dan Perusahaan-Perusahaan

Balai RTPD dan DIsnakertrans siap menjalin kerjasama untuk memfasilitasi para penyandang disabilitas yang ingin dan siap bekerja agar berkesempatan untuk bekerja di perusahaan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Selain itu pihak Disnakertrans juga akan memberikan surat rekomendasi kepada penyandang disabilitas agar berkesempatan melamar pekerjaan di perusahaan. Beberapa persyaratan umum yang disyaratkan perusahaan antara lain surat lamaran kerja, daftar riwayat hidup, fotocopy KTP dan KK, pas foto, fc akta kelahiran, SKCK legalisir, surat keterangan sehat, surat ijin orang tua dan fc ijazah. Fotocopy ijazah dapat diganti dengan ijazah kelulusan dari balai rehabilitasi. Selanjutnya Balai RTPD dan Disnakertrans berharap ada tindak lanjut berupa MoU dari ketiga pihak yaitu Balai RTPD, Disnakertrans dan perusahaan-perusahaan agar terjalin mitra kerjasama untuk menjembatani dan membantu para penyandang disabilitas dalam pemenehuan hak-hak mereka.

                 Kegiatan ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari alumni dan calon lulusan warga binaan sosial dari Balai RTPD, serta 5 perusahaan yang ada di Bantul. Sebelum dimulai dari pihak disnakertrans bantul memberikan paparan umum mengenai hak-hak disabilitas dalam memperoleh pekerjaan serta meberikan arahan bahwa perusahaan seharusnya memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk bekerja. Setelah tanya jawab dengan peserta dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing perwakilan perusahaan yang hadir. Perusahaan yang hadir dalam acara ini yaitu diantaranya PT AEYA LSI, PT Anggun Kreasi Garment, PT Busana Remaja Agracipta, PT YTI, dan PT Dong Young Tress Indonesia. PT Aeya LSI merupakan perusahaan dibidang garmen yang berlokasi di Gupawarak,Sendang Sari, Pajangan, Bantul. PT Anggun Kreasi Garment perusahaan dibidang garmnent yang berlokasi di Bakal, Sungapan, Sedayu, Bantul. PT Busana Remaja Agracipta yang bergerak dibidang pakaian dalam berlokasi di jalan pemuda, Klodran, Kadirojo, Bantul. PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (YTI) merupakan perusahaan rokok yang berlokasi di Jalan Imogiri Barat Km 4, Sewon, Bantul. PT Dong Young Tress Indonesia perusahaan wig berlokasi di Nganyang, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Perusahan-perusahan tersebut siap memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas yang mau dan memiliki kemampuan untuk bergabung kedalam perusahaan mereka.

Peserta terdiri dari alumni dan calon alumni WBS
Peserta mengikuti dengan antusias

 

               Para peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan ini, karena berdasarkan pengalaman mereka, mereka belum sempat diberikan kesempatan untuk mengikuti tes pada proses lamaran kerja, sehingga mereka menjadi patah semangat dan rendah diri. Permasalahan syarat pendidikan juga membebani mereka, karena sebagian besar belum sempat mengenyam pendidikan yang layak dikarenakan stigma masyarakat yang masih memandang sebelah mata para penyandang disabilitas dan pihak keluarga yang merasa malu mengakui keluarga mereka ada yang penyandang disablitas. Mereka berharap persyaratan dan permasalahan ini dapat diatasi dengan kerjasama yang terjalin nantinya dari pihak Balai RTPD, Disnakertrans dan perusahaan-perusahaan. Mereka juga berharap pengecualian ini dapat terealisasi tidak hanya yang berktp bantul saja akan tetapi juga nantinya warga yang berdomisili di DIY. Selain itu mereka juga berharap porsi lowongan seimbang untuk perempuan dan laki-laki.

 

 

Related Articles

Add Comment