SOSIALISASI PEMILIH DAN SOSIALISASI PEMILU SERENTAK TAHUN 2019 BAGI PENYANDANG DISABILITAS

Category: Berita, Kegiatan 43 0

Sabtu, 16 Maret 2019 Balai RTPD menerima rombongan dari Relawan Demokrasi dalam acara sosialisasi pemilu tahun 2019 bagi penyandang disabilitas. Seperti yang kita ketahui, dalam waktu sebulan lagi Negara Indonesia akan melakukan pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden beserta anggota legislatif pusat dan daerah. Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) berhak memberikan suara untuk memilih perwakilan mereka dalam menjalankan pemerintahan, tidak terkecuali para penyandang disabilitas.

Acara didahului dengan pengarahan dari relawan demokrasi penyandang disabilitas netra, Ibu Supriyati. Beliau menegaskan walau sekarang para warga binaan jauh dari daerah asal, akan tetapi tetap dapat memberikan hak pilihnya sesuai dengan peraturan dari KPU. Beliau juga menginformasikan bahwa pada pemilu kali ini ada lima surat suara yaitu untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPD RI, pemilihan DPR RI, pemilihan DPRD Provinsi, dan pemilihan DPRD Kab/ Kota. Beliau juga menghimbau para warga binaan agar jangan mau diiming-imingi uang untuk mencoblos salah satu calon atau partai tertentu, jangan golput dan jangan pula terlalu fanatik pada suatu calon maupun partai tetap utamakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pada acara hari ini hadir perwakilan PPK Pundong, Sucipto, S.Pd, beliau berterimakasih untuk kerjasama dari Balai RTPD dan semua relawan demokrasi untuk mengadakan acara ini. Beliau berharap para pemilih lebih teredukasi mengenai hak pilih terutama bagi penyandang disabilitas, bahwa suara mereka juga berkontribusi besar dalam pemilu. Pemilih berdaulat, negara kuat, begitulah yang diharapkan dari acara sosialisasi pemilu ini.

Kepala Balai RTPD, Sigit Alifianto, S.E, M.M dalam sambutannya juga berterimakasih atas kepedulian KPU beserta para relawan untuk mengedukasi para pemilih penyandang disabilitas yang ada di Balai RTPD. Beliau berharap acara ini juga dapat memberikan pengarahan bagi para warga binaan mengenai pendampingan saat pemilu nanti serta bagaimana prosesnya melalui simulasi, agar pada hari pencoblosan para warga binaan tidak bingung lagi untuk menggunakan hak pilih mereka.

Acara inti dipandu oleh perwakilan dari komisioner KPU Bantul, Muslif Istiqomah, S.Pd.I. Beliau menyampaikan materi dari pengenalan pemilu, komponen-komponen yang ada dalam pemilu baik dari peserta pemilu, pemilih, penyelenggara dan pengawas pemilu. Selain itu, beliau juga menjelaskan lebih detail mengenai surat suara yang digunakan, bahwa surat suara yang dicoblos dalam kotak dan sekali coblos saja yang dianggap sah serta tidak robek. Jadi beliau berharap dalam melipat kertas suara ikuti garis bantu, jangan sampai kertas suara robek. Beliau juga menginformasikan bahwa bagi para penyandang disabilitas netra diberikan surat suara dengan tulisan braile. Hal ini agar para pemilih penyandang disabilitas netra lebih percaya diri mengetahui surat suara yang mereka coblos.

Acara dilanjutkan dengan simulasi proses pencoblosan di TPS dari berbagai kluster penyandang disabilitas, dari netra, daksa, rungu wicara, dan grahita. Proses simulasi sama persis dengan alur yang dilakukan di TPS yaitu mulai pendaftaran, penerimaan surat suara, pencoblosan, pemasukan surat suara ke kotak suara, sampai pemberian tanda tinta sebagai bukti telah melakukan pemilihan. Semua proses dilakukan dengan pendampingan untuk memudahkan akses penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya.(adm)

Related Articles

Add Comment