Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana di BRTPD Yogyakarta

Category: Berita, Kegiatan 64 0

Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai salah satu wilayah dengan berbagai potensi bencana yang mengancam, baik dari Gunung Merapi, Laut Selatan dan Gempa Bumi serta kebakaran sudah sepantasnya kita harus siap siaga dan waspada dengan potensi bencana yang mengancam setiap waktu. Bencana memang tidak bisa dihindari, karena merupakan proses alam dalam mencapai keseimbangan. Akan tetapi bukan berarti kita berpasrah tanpa melakukan apapun. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak bencana. Taruna Tanggap Bencana (TAGANA) Kabupaten Bantul dalam kesempatan kali ini berbagi ilmu tentang Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang dapat kita lakukan sedini mungkin dalam berbagai situasi.Selain itu, kegiatan PRB di BRTPD ini juga dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan yang selalu diperingati pada tanggal 26 April.
Sosialisasi pengurangan resiko bencana berlangsung selama tiga hari dipandu oleh tim Tagana Kabupaten Bantul. Acara ini dihadiri oleh semua karyawan dan karyawati Balai RTPD. Pada hari pertama, pembukaan sosialisasi pengurangan resiko bencana dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tim TAGANA. Materi yang diberikan meliputi materi bencana, pengenalan Incident Command System (ICS), penanganan pengungsi dan shelter, pertolongan pertama gawat darurat, Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan pembentukan tim tanggap bencana di Balai RTPD.
Hari kedua dilanjutkan dengan praktik dari materi yang telah disampaikan. Praktik yang dilakukan diantaranya pemadaman api menggunakan APAR dan menggunakan handuk basah. Para peserta sangat antusias dalam melakukan praktik pemadaman api. Peserta dipandu untuk dapat mengetahui, mengecek dan menggunakan APAR dengan benar, bagaimana menggunakan handuk basah sebagai alternative untuk memadamkan api jika tidak ada APAR. Praktik kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok sesuai divisi yang telah dibentuk pada hari pertama. Divisi yang dibuat antara lain, posko, asesmen, pertolongan pertama, penempatan pengungsi, dapur umum, logistik, dan pelaporan. Masing- masing divisi mendapatkan penjelasan lebih mendetail tentang bagaimana penanganan korban bencana sesuai divisinya.
Hari ketiga, setelah mengetahui teori dan praktik dalam penanganan bencana, materi dilanjutkan dengan simulasi. Simulasi yang dilakukan yaitu simulasi tentang penerapan ICS. Bagaimana system tersebut akan memudahkan penanganan secara tepat dan cepat. Meskipun telah mengetahui teori dan praktik namun, pada kenyataan simulasi masih banyak yang tumpang tindih dalam melakukan tugasnya, banyak ditemukan masalah-masalah lain dalam penerapannya. Tim TAGANA dengan sabar membantu dan mejelaskan bagaimana penanganan masalah-masalah yang muncul tersebut. Mereka juga menjelaskan bahwa dalam kondisi riil pun akan banyak timbul masalah-masalah yang lain, namun paling tidak dengan penerapan ICS, semua penanganan bencana dapat dikoordinir dengan sebaik-baiknya.BRTPD Siaga Bencana (adm)

Related Articles

Add Comment