STIGMA DISABILITAS

Category: Uncategorized 273 0

       Menurut Perda DIY No. 4 tahun 2012 pasal 1 bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami gangguan, kelainan, kerusakan, dan/atau kehilangan fungsi organ fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu tertentu atau permanen dan menghadapi hambatan lingkungan fisik dan sosial. Pemerintah wajib memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, seni, budaya, olahraga, politik, hukum, penanggulangan bencana, tempat tinggal, dan aksesibilitas

       Selama ini ada stigma yang muncul bahwa penyandang disabilitas akan diperlakukan diskriminatif, dipandang sebelah mata, tidak akan mendapat perlakuan yang baik sehingga menimbulkan permasalahan dalam berbagai sisi, baik itu permasalahan kesehatan, sosial, pendidikan dll. Untuk mengatasinya hal tersebut diperlukan peran dari beberapa pihak yaitu pemerintah, masyarakat, keluarga dan penyandang disabilitas itu sendiri. Seperti apa kolaborasi yang baik sehingga perlahan lahan stigma itu hilang?

       Hal pertama yang harus ada agar stigma itu hilang adalah adanya rasa percaya diri yang tumbuh dari dalam diri penyandang disabilitas tersebut. Dukungan, kasih sayang, kepedulian dan perhatian keluarga yang diberikan akan sangat mempengarui tumbuhnya kepercayaan diri itu. Karena dukungan yang diberikan oleh keluarga akan mampu membuat penyandang disabilitas “survive” dalam kehidupannya artinya mampu mandiri dan akan ada motivasi untuk dirinya semakin maju dan berkembang.

     Dukungan keluarga yang sudah terpenuhi dilanjutkan dengan bagaimana penerimaan masyarakat sekitar. Penerimaan masyarakat terhadap penyandang disabilitas dipengaruhi oleh kondisi dari masyarakat tersebut yaitu berkaitan dengan sosial, ekonomi, budaya, dan tingkat pendidikan. Masyarakat yang sudah “terbuka” cara berfikirnya akan melihat penyandang disabilitas sebagai seseorang yang dengan keterbatasannya tetap mampu untuk mejalani kehidupan dengan normal sehingga tidak dipandang sebelah mata. Selanjutnya adanya dukungan dari masyarakat tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah, pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi penyandang disabilitas, yaitu melalui kebijakan – kebijakan  yang dibuat untuk melindungi penyandang disabilitas dan peran pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakatnya, masyarakat yang cerdas akan memiliki cara berfikir yang “terbuka” bahwa penyandang disabilitas mampu untuk mandiri dan berkarya.

       Kesimpulannya bahwa adanya kepercayaan diri dari penyandang disabilitas, dukungan yang diberikan dari keluarga, keterbukaan dari masyarakat dan peran pemerintah dalam melindungi penyandang disabilitas merupakan hal yang dibutuhkan untuk menghilangkan stigma tersebut diatas. (dr.Iken Agustina)

Related Articles

Add Comment